Kenapa banyak orang tidak kaya
Ada banyak hal yang menyebabkan orang tidak kaya. Teliti diri anda dan temukan faktor mana yang berlaku bagi anda dan mulailah mengubah diri. Berikut adalah hal2 tersebut...
Keyakinan yang salah dan saling bertabrakan
Faktor pertama yang bisa menjelaskan kenapa orang tidak kaya adalah keyakinan yang salah mengenai kekayaan atau keyakinan yang saling bertabrakan antara positif dan negatif.
Otak manusia secara mendasar hanya mencari kenikmatan dan menghindari keaengsaraan. Apabila suatu hal dikaitkan dengan kesengsaraan, kita cenderung akan menjauhinya. Suatu hal dikaitkan dengan kenikmatan, kita akan cenderung mendekatinya. Apabila mengenai hal yang sama terdapat campur baur keyakinan dan kita mengaitkannya sekaligus dengan kenikmatan dan kesengsaraan, otak kita jadi bingung atau netral.
Keyakinan itu bisa diibaratkan seperti magnet. Bila keyakinan positif bercampur dengan keyakinan negatif terhadap suatu hal, tidak ada lagi " kutib positif" dan " kutub negatif" terhadap suatu hal, lalu pikirkan kita jadi bingung atau jadi netral seperti besi biasa.ketika kita yakin bulat bahwa " kaya " itu positif, sementara "miskin " adalah negatif kutubnya menjadi jelas dan kita akan menjadi " magnet".
Pada kenyataannya banyak orang tidak pernah menyusun keyakinannya secara sadar dari lahir sampai mati. Bila kita tidak menyusun sendiri secara sadar keyakinan yang kita perlukan untuk menjadi kaya, tanpa sadar kita akan terjajah oleh kata2 seperti:
UANG ADALAH AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN" Akibatanya tanpa sadar pula kita tidak hendak menjadi kaya karena kita tidak ingin menjadi jahat.
Tujuan tidak jelas
Alasan ke 2 kenapa kita tidak kaya adalah karena kita tidak pernah menentukan tujuan perubahan, sehingga tujuankita tidak jelas.
Sangat penting sekali bagi kita untuk menentuka tujuan. Tanpa tujuan gerak kita sama sekali tanpa arah. Coba bayangkan anda keluar dari rumah lalu memberhentikan taksi yang lewat. Begitu anda naik taksi anda tentu akan ditanya oleh supir." Kemana?" Coba jawab dengan " terserah!"
Ada beberapa kemungkinan. Pertama supir taksinya marah, dan anda diminta turun. Kemungkianan ke 2 supirnya kasihan melihat anda dan anda diantar ke rumah sakit jiwa. Kemungkinan ke 3 supirnya akan bertanya " terserah saya?" " bapak / ibu punya uang berapa?" Andaikan saja anda menjawab 100 ribu maka supir taksi tadi akan berputar2 sampai argonya pas 100 ribu lalu dia akan menghentikan taksinya. Ada 2 kemungkianan tempat berhentinya pertama kita di kembalikan di depan rumah kita atau dia akan berhenti di sembarang tempat yang tidak anda suka.
Nah kalau kita tidak menentukan tujuan hidup ini, kita seperti naik taksi tanpa tujuan waktu habis, uang habis, pikiran terbuang, tenaga terbuang, dan yang lebih parah lagi kita tidak sampai kemana 2 tetap ditempat yang tidak kita suka.
Kita juga akan keaulitan mengejar tujuan kita , bila tujuan kita berubah terus. Banyak orang secara tidak sadar atau secara sadar mengganti terus targetnya sebelum targetnya tercapai. Sebentar ingin menjadi pengacara handal, sebentar ingin menjadi bankir sukses, sebentar ingin jadi pengusaha restoran yang laris. Kalau semua keinginan itu hanya sebentar dan sudah diganti sebelum tercapai, kita tidak akan mencapai apa yang kita inginkan.
Menganggap tujuannya mustahil
Sungguh memprihatinkan bahwa sangat sedikit orang yang berani menetapkan tujuan. Lebih memprihatinkan lagi kenyataan bahwa banyak diantara orang yang sedikit itu juga merasa bahwa tujuannya mustahil. Boleh orang lain menganggap tujuan kita mustahil, namun bila kita sendiri sudah mempunyai pendapat bahwa tujuan itu mustahil, hilang sudah kemungkinan untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Ketika orang menganggap tujuan itu mustahil dia tidak akan melakukan apapun untuk mengejar tujuannya. Dengan demikian hasilnya nol. Kalaupun dia melakukan tindakan tertentu untuk mendekati tujuan tindakannya pun akan asal2lan. Dia akan malas2san, ragu2, tidak serius, dengan demikian, sudah jelas, hasilnya pun tidak akan memuaskan. Manusia cenderung melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya.
Keyakinan yang salah dan saling bertabrakan
Faktor pertama yang bisa menjelaskan kenapa orang tidak kaya adalah keyakinan yang salah mengenai kekayaan atau keyakinan yang saling bertabrakan antara positif dan negatif.
Otak manusia secara mendasar hanya mencari kenikmatan dan menghindari keaengsaraan. Apabila suatu hal dikaitkan dengan kesengsaraan, kita cenderung akan menjauhinya. Suatu hal dikaitkan dengan kenikmatan, kita akan cenderung mendekatinya. Apabila mengenai hal yang sama terdapat campur baur keyakinan dan kita mengaitkannya sekaligus dengan kenikmatan dan kesengsaraan, otak kita jadi bingung atau netral.
Keyakinan itu bisa diibaratkan seperti magnet. Bila keyakinan positif bercampur dengan keyakinan negatif terhadap suatu hal, tidak ada lagi " kutib positif" dan " kutub negatif" terhadap suatu hal, lalu pikirkan kita jadi bingung atau jadi netral seperti besi biasa.ketika kita yakin bulat bahwa " kaya " itu positif, sementara "miskin " adalah negatif kutubnya menjadi jelas dan kita akan menjadi " magnet".
Pada kenyataannya banyak orang tidak pernah menyusun keyakinannya secara sadar dari lahir sampai mati. Bila kita tidak menyusun sendiri secara sadar keyakinan yang kita perlukan untuk menjadi kaya, tanpa sadar kita akan terjajah oleh kata2 seperti:
UANG ADALAH AKAR DARI SEGALA KEJAHATAN" Akibatanya tanpa sadar pula kita tidak hendak menjadi kaya karena kita tidak ingin menjadi jahat.
Tujuan tidak jelas
Alasan ke 2 kenapa kita tidak kaya adalah karena kita tidak pernah menentukan tujuan perubahan, sehingga tujuankita tidak jelas.
Sangat penting sekali bagi kita untuk menentuka tujuan. Tanpa tujuan gerak kita sama sekali tanpa arah. Coba bayangkan anda keluar dari rumah lalu memberhentikan taksi yang lewat. Begitu anda naik taksi anda tentu akan ditanya oleh supir." Kemana?" Coba jawab dengan " terserah!"
Ada beberapa kemungkinan. Pertama supir taksinya marah, dan anda diminta turun. Kemungkianan ke 2 supirnya kasihan melihat anda dan anda diantar ke rumah sakit jiwa. Kemungkinan ke 3 supirnya akan bertanya " terserah saya?" " bapak / ibu punya uang berapa?" Andaikan saja anda menjawab 100 ribu maka supir taksi tadi akan berputar2 sampai argonya pas 100 ribu lalu dia akan menghentikan taksinya. Ada 2 kemungkianan tempat berhentinya pertama kita di kembalikan di depan rumah kita atau dia akan berhenti di sembarang tempat yang tidak anda suka.
Nah kalau kita tidak menentukan tujuan hidup ini, kita seperti naik taksi tanpa tujuan waktu habis, uang habis, pikiran terbuang, tenaga terbuang, dan yang lebih parah lagi kita tidak sampai kemana 2 tetap ditempat yang tidak kita suka.
Kita juga akan keaulitan mengejar tujuan kita , bila tujuan kita berubah terus. Banyak orang secara tidak sadar atau secara sadar mengganti terus targetnya sebelum targetnya tercapai. Sebentar ingin menjadi pengacara handal, sebentar ingin menjadi bankir sukses, sebentar ingin jadi pengusaha restoran yang laris. Kalau semua keinginan itu hanya sebentar dan sudah diganti sebelum tercapai, kita tidak akan mencapai apa yang kita inginkan.
Menganggap tujuannya mustahil
Sungguh memprihatinkan bahwa sangat sedikit orang yang berani menetapkan tujuan. Lebih memprihatinkan lagi kenyataan bahwa banyak diantara orang yang sedikit itu juga merasa bahwa tujuannya mustahil. Boleh orang lain menganggap tujuan kita mustahil, namun bila kita sendiri sudah mempunyai pendapat bahwa tujuan itu mustahil, hilang sudah kemungkinan untuk bisa mencapai tujuan tersebut. Ketika orang menganggap tujuan itu mustahil dia tidak akan melakukan apapun untuk mengejar tujuannya. Dengan demikian hasilnya nol. Kalaupun dia melakukan tindakan tertentu untuk mendekati tujuan tindakannya pun akan asal2lan. Dia akan malas2san, ragu2, tidak serius, dengan demikian, sudah jelas, hasilnya pun tidak akan memuaskan. Manusia cenderung melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinannya.
Komentar
Posting Komentar