Ciri-ciri orang kaya
Menurut Marshall silver dalam bukunya passion, profit &power ternyata hanya 1% orang yang menguasai 50% uang yang beredar di dunia. Salah satu tokoh motivator lndonesia yang pernah bekerja di Bank cabang ia bekerja megaku hanya 1% nasabahnya menguasai dana yang ada.
Ternyata hanya 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar. Bila uang yang ada do seluruh dunia ini di bagi rata, setiap orang akan menerima USD 2.400.000 atau sekitar Rp 24 miliar (dengan asumsi 1 USD =Rp 10.000) wealth mastey, singapore 2001).
Yang lebih menyedihkan, sebagai mana yang sudah di ramalkan oleh Marshall silver, dalam 5 tahun sejak semua orang mendapat bagian dari uang yang di bagi rata tersebut diatas, komposisi akan kembali ke angka semula. 1% oranh akan kembali menguasai 50% uang beredar dan 5% orang akan kembali menguasai 90% uang yang beredar.
Kenapa? Apa yang membedakan orang2 akhirnya kembali menjadi 1% dan 5% di atas?
Perbedaannya akan tampak dari jawaban atas pertanyaan di dalam kepala kita, yang pasti muncul saat kita menerima uang.
Menarik sekali mengetahui pertanyaan yang ada di kepala 95% orang rata2 yang menguasai uang yang beredar, konon orang yang termasuk golongan ini akan bertanya " uang ini akan ku gunakan untuk membeli apa ya?"
Nah tidak heran bila atas pertanyaan itu kemudian muncul jawaban di kepala orang rata2 seperti " beli Jaguar, BMW, Mercy S Class, rumah mewah dan sebagainya".
Di pihak lain orang yang akan menjadi 1% dan 5 % yang menguasai 90% uang beredar akan bertanya " apa yang harus ku lakukan agar uangku ini bertambah banyak?"
Nah, tidak mengherankan bila orang yang termasuk golongan ini akan menempatkan uang mereka di deposito, atau melakukan investasi dengan membeli rumah walet, membeli kebun jati, atau membeli perusahaan.
Pertanyaannya adalah: Apakah tidak boleh orang yang mempunyai banyak uang membeli barang2 mewah? Tentu saja boleh. Kendati demikian lebih baik barang mewah ini dibeli dari hasil usaha atau dari hasil bunga depositnya.
Dan manakah pekerjaan yang aman? Tidak ada pekerjaan yang aman. Zaman berubah sedemikian cepat. Begitu pula teknologinya. Peraturan dan situasi politik berubah sangat cepat dan semuanya akan berimbas pada pekerjaan kita.
Karena itu, karyawan swasta yang paling kompeten pun belum tentu aman. Bahkan mungkin terjadi bahwa orang yang paling kompeten justru merupakan orang yang paling awal dipecat.
Bila anda berkarier dari bawah dan akhirnya tanpa KKN( korupsi, kolusi, nepotisme ) ternyata bisa menjadi directur atau bahkan menjadi preadir dari suatu perusahaan, pastilah bahwa anda adalah orang yang sanagt kompeten. Pertanyaannya bila menjadi marger, akuisisi, atau perusahaan tempat anda bekerja itu diambil alih oleh pemerintah, siapa yang diganti pertama kali? Presir atau jajaran direkturnya?
Sebagai pedagang amankah? Banyak yang mengira atau mengatakan bahwa sebagai pedagang tidak ada yang memecat. O ya? Ada orang yang bisa memecat kita sebagai pedagang. Siapa lagi kalau bukan suplier atau customer kita!
Misalkan saja ada suatu perusahaan garmen yang memasok ke retailer yang terbesar. Mendadak manager pembelian dari retailer tadi di ganti, dan ternyata penggantinya mengubah kebijakan untuk tidak membeli barang dari kita. Mendadak omset perusahaan kita bisa turun 100%.
Ada orang yang bilang...
"Ah itukan perusahaan besar! Kalau aku kan hanya usaha warung kecil2lan. Selama warungku bisa menyajikan makanan enak, bersih dan murah, pasti laku".
O ya? Misalkan saja mendadak jalan didepan warung anda sekarang di pasang tanda dilarang parkir. Dengan mendadak omzet anda turun drastis. Atau misalkan saja ada orang yang tidak senang dengan kesuksesan anda, lalu membuat isu bahwa makanan yang anda sajikan selama ini memang enak karwna menggunakan saripati tikus. Nah bisa jadi bisnin anda bisa hilang seketika.
Jawabannya sederhana, orang kaya bisa mempertahankan kekayaan mereka dan orang yang biasa2 saja bisa menjadi kaya raya karena mereka siap. Mereka selalu bersiap diri dengan pikiran terbuka untuk selalu terus belajar dan bertindak mengikuti atau bahkan memimpin tren dan melakukan alokasi aset. Mereka memiliki sumber pendapatan beragam. Istilah kerennya mereka memiliki multiple streams of income. Orang2 seperti itu akan tumbuh semakin kaya melalui perubahan2 tersebut.
Ternyata hanya 5% orang yang menguasai 90% uang yang beredar. Bila uang yang ada do seluruh dunia ini di bagi rata, setiap orang akan menerima USD 2.400.000 atau sekitar Rp 24 miliar (dengan asumsi 1 USD =Rp 10.000) wealth mastey, singapore 2001).
Yang lebih menyedihkan, sebagai mana yang sudah di ramalkan oleh Marshall silver, dalam 5 tahun sejak semua orang mendapat bagian dari uang yang di bagi rata tersebut diatas, komposisi akan kembali ke angka semula. 1% oranh akan kembali menguasai 50% uang beredar dan 5% orang akan kembali menguasai 90% uang yang beredar.
Kenapa? Apa yang membedakan orang2 akhirnya kembali menjadi 1% dan 5% di atas?
Perbedaannya akan tampak dari jawaban atas pertanyaan di dalam kepala kita, yang pasti muncul saat kita menerima uang.
Menarik sekali mengetahui pertanyaan yang ada di kepala 95% orang rata2 yang menguasai uang yang beredar, konon orang yang termasuk golongan ini akan bertanya " uang ini akan ku gunakan untuk membeli apa ya?"
Nah tidak heran bila atas pertanyaan itu kemudian muncul jawaban di kepala orang rata2 seperti " beli Jaguar, BMW, Mercy S Class, rumah mewah dan sebagainya".
Di pihak lain orang yang akan menjadi 1% dan 5 % yang menguasai 90% uang beredar akan bertanya " apa yang harus ku lakukan agar uangku ini bertambah banyak?"
Nah, tidak mengherankan bila orang yang termasuk golongan ini akan menempatkan uang mereka di deposito, atau melakukan investasi dengan membeli rumah walet, membeli kebun jati, atau membeli perusahaan.
Pertanyaannya adalah: Apakah tidak boleh orang yang mempunyai banyak uang membeli barang2 mewah? Tentu saja boleh. Kendati demikian lebih baik barang mewah ini dibeli dari hasil usaha atau dari hasil bunga depositnya.
Dan manakah pekerjaan yang aman? Tidak ada pekerjaan yang aman. Zaman berubah sedemikian cepat. Begitu pula teknologinya. Peraturan dan situasi politik berubah sangat cepat dan semuanya akan berimbas pada pekerjaan kita.
Karena itu, karyawan swasta yang paling kompeten pun belum tentu aman. Bahkan mungkin terjadi bahwa orang yang paling kompeten justru merupakan orang yang paling awal dipecat.
Bila anda berkarier dari bawah dan akhirnya tanpa KKN( korupsi, kolusi, nepotisme ) ternyata bisa menjadi directur atau bahkan menjadi preadir dari suatu perusahaan, pastilah bahwa anda adalah orang yang sanagt kompeten. Pertanyaannya bila menjadi marger, akuisisi, atau perusahaan tempat anda bekerja itu diambil alih oleh pemerintah, siapa yang diganti pertama kali? Presir atau jajaran direkturnya?
Sebagai pedagang amankah? Banyak yang mengira atau mengatakan bahwa sebagai pedagang tidak ada yang memecat. O ya? Ada orang yang bisa memecat kita sebagai pedagang. Siapa lagi kalau bukan suplier atau customer kita!
Misalkan saja ada suatu perusahaan garmen yang memasok ke retailer yang terbesar. Mendadak manager pembelian dari retailer tadi di ganti, dan ternyata penggantinya mengubah kebijakan untuk tidak membeli barang dari kita. Mendadak omset perusahaan kita bisa turun 100%.
Ada orang yang bilang...
"Ah itukan perusahaan besar! Kalau aku kan hanya usaha warung kecil2lan. Selama warungku bisa menyajikan makanan enak, bersih dan murah, pasti laku".
O ya? Misalkan saja mendadak jalan didepan warung anda sekarang di pasang tanda dilarang parkir. Dengan mendadak omzet anda turun drastis. Atau misalkan saja ada orang yang tidak senang dengan kesuksesan anda, lalu membuat isu bahwa makanan yang anda sajikan selama ini memang enak karwna menggunakan saripati tikus. Nah bisa jadi bisnin anda bisa hilang seketika.
Jawabannya sederhana, orang kaya bisa mempertahankan kekayaan mereka dan orang yang biasa2 saja bisa menjadi kaya raya karena mereka siap. Mereka selalu bersiap diri dengan pikiran terbuka untuk selalu terus belajar dan bertindak mengikuti atau bahkan memimpin tren dan melakukan alokasi aset. Mereka memiliki sumber pendapatan beragam. Istilah kerennya mereka memiliki multiple streams of income. Orang2 seperti itu akan tumbuh semakin kaya melalui perubahan2 tersebut.
Komentar
Posting Komentar